Di setiap rumah, ada satu pintu yang selalu menyerah lebih dulu: pintu kamar mandi. Uap air yang naik setiap kali mandi, percikan yang mengenai bagian bawah daun, kelembapan yang tidak pernah benar-benar kering di iklim tropis. Pintu kayu di posisi ini sering mengembang sampai seret, lapuk di bagian bawah, dan menjadi rumah bagi jamur hitam dalam hitungan tahun. Masalahnya bukan pada kayunya semata, melainkan pada melawan kelembapan dengan material yang menyerap air.
Menjawab lembap dengan sirkulasi, bukan menahan
Kunci pintu kamar mandi yang awet bukanlah menutup rapat-rapat agar air tidak masuk, melainkan membiarkan udara mengalir agar ruang cepat kering. Di sinilah louvre bekerja. Lawu memakai daun aluminium berlouvre, deretan bilah miring di bagian bawah daun yang membiarkan udara bersirkulasi sambil menjaga pandangan tetap tertutup. Uap yang terperangkap setelah mandi punya jalan keluar, dan kamar mandi kembali kering jauh lebih cepat daripada bila pintunya tertutup penuh.

