Pintu yang dipasang di Balikpapan menghadapi cuaca yang jarang berkompromi. Siang hari panas matahari memuaikan material, malam hari udara turun dan menariknya kembali. Kelembapan bertahan tinggi hampir sepanjang tahun, hujan turun deras dan menyamping dibawa angin, dan udara dekat laut membawa garam yang perlahan menggerogoti logam biasa. Bagi banyak pintu, ini adalah ujian yang baru terasa setelah satu dua musim berlalu.
Kayu menyerap kelembapan itu. Ia memuai saat lembap dan menyusut saat kering, dan dalam ritme tropis yang berulang, daun kayu mulai menggesek kusen, celahnya berubah, engselnya bekerja lebih keras. Logam berkualitas rendah punya musuhnya sendiri: garam dan uap air mempercepat karat. Rayap menyelesaikan apa yang tidak diselesaikan cuaca.
Kenapa aluminium menjawab iklim ini
Rangka dan daun aluminium tidak menyerap air, jadi tidak memuai dan tidak menyusut saat udara berganti. Celah daun yang presisi hari pemasangan tetap presisi bertahun-tahun kemudian. Material ini juga bebas karat dan korosi, sehingga udara dekat laut tidak meninggalkan bercak yang merambat. Dan karena bukan kayu, rayap tidak punya pintu masuk: lini kami membawa jaminan anti rayap seumur hidup.
- 01Panas dan dingin bergantian: aluminium tidak memuai atau menyusut, daun tetap pas di kusen.
- 02Kelembapan tinggi: tidak menyerap air, jadi tidak ada daun yang menggembung atau melengkung.
- 03Udara dekat laut: bebas karat dan korosi, hardware SUS 304 menahan garam.
- 04Rayap: bukan kayu, anti rayap seumur hidup tanpa perlu obat berkala.
Inti daun ikut menentukan ketenangan. Isian insulasi EPS atau honeycomb pada daun 45 mm meredam panas dan suara sekaligus, sementara hardware SUS 304, dari mortise lockcase sampai engselnya, dipilih justru karena tahan terhadap kelembapan yang menjadi nasib sehari-hari pintu di kota ini.

