Arah bukaan pintu terasa sepele sampai pintu terpasang dan ternyata berbenturan dengan lemari, menutupi sakelar lampu, atau mengayun ke arah yang membuat ruang sempit terasa makin sesak. Padahal semua itu bisa dihindari bila arah bukaan direncanakan di atas denah, jauh sebelum daun dipesan.
Ruang ayun: tamu tak terlihat yang memakan tempat
Pintu ayun konvensional membutuhkan seperempat lingkaran ruang kosong tempat daun bergerak. Ruang ayun ini sering terlupa saat menata perabot, lalu daun pintu berbenturan dengan ujung kasur atau menyenggol pintu lemari yang dibuka bersamaan. Di atas denah, gambarkan busur ayunan setiap pintu lebih dulu, dan pastikan tidak ada perabot yang berdiri di dalamnya.
Bila ruang terlalu sempit untuk menampung ayunan, di sinilah pintu geser dan lipat menjadi penyelamat. Daun yang menggeser di rel atau melipat ke samping menghapus kebutuhan ruang ayun sama sekali, sehingga setiap sentimeter lantai bisa dipakai. Pada bukaan tersembunyi, rel sliding kamuflase bahkan membuat pintu menyatu rata dengan dinding.
Masuk atau keluar, dan soal keselamatan
- 01Pintu kamar umumnya membuka ke dalam ruangan, menjauh dari koridor agar tidak menghalangi orang yang lewat.
- 02Pintu kamar mandi pada ruang sempit lebih aman membuka ke luar, sehingga bila ada yang terjatuh di dalam, daun tidak terhalang tubuhnya.
- 03Pintu pada jalur evakuasi selalu membuka searah arus keluar, agar saat panik orang cukup mendorong, bukan menarik.
- 04Pintu yang membuka ke arah tangga atau selasar sempit perlu dihindari, karena daun yang mengayun bisa mengejutkan orang yang sedang lewat.


