Pintu kayu solid punya pesona yang sulit ditandingi: serat alami, kehangatan, bobot yang terasa berkelas. Tetapi di iklim tropis, kayu juga membawa dua kerentanan yang tak pernah benar-benar hilang. Aluminium menutup kedua celah itu, dan memahaminya membantu Anda menilai biaya sebuah pintu bukan hanya saat membeli, melainkan sepanjang umurnya.
Musuh pertama: rayap
Rayap memakan selulosa, dan kayu adalah selulosa. Di Kalimantan yang lembap dan hangat sepanjang tahun, koloni rayap bekerja tanpa musim istirahat. Pintu kayu menuntut perlakuan anti rayap berkala, dan perlakuan itu punya batas waktu serta biaya yang berulang. Aluminium tidak mengandung selulosa, jadi rayap tidak punya alasan untuk mendekatinya. Bebas rayap di sini bukan klaim pemasaran, melainkan konsekuensi langsung dari materialnya.


